Pembuktian Draymond Green

Setelah Shaun Livingston, giliran Draymond Green kali ini untuk menjadi pemain terpenting dalam keberhasilan Golden State Warriors dan sekali lagi untuk memenangkan tim terkuat di timur, Cleveland Cavaliers. Seperti biasa dengan starting line-up, yaitu Stephen Curry, Klay Thompson, Harrison Barnes, Draymond Green dan Andrew Bogut, Golden State meninggalkan Cleveland dengan 33 poin, 110-77. Draymond Green tampil gemilang dengan 28 poin, 5 assist dan 7 rebound. Tidak hanya itu, Green juga berhasil memenuhi perannya sebagai pria hebat yang tidak hanya bermain di dalam ruangan, tetapi juga efektif dari luar. Sejajarkan kemungkinan tiga poin Green dengan Curry atau Thompson? Jangan tanya, mari kita lihat statistiknya. Di pertandingan kedua Final NBA sebelumnya, Green berhasil memasukkan 5 dari 8 upaya tiga poin. Acara ini selesai Curry dan Thompson dengan 4 kali sukses untuk 8 upaya.

Meskipun Green digunakan sebagai kambing hitam atas kekalahan di game ketiga dan keempat selama Final Wilayah Barat melawan Guntur Kota Oklahoma, Green kini membuktikan bahwa ia adalah salah satu pemain yang harus diperhitungkan. Mari kita lihat judul usatoday.com, ketika Warriors ada di belakang Thunder 3-1, ditulis pada 25 Mei 2016. Warriors Need Draymond Green Bench. Peran utama dalam artikel itu terdengar, sudah cukup: Draymond Green bukanlah jawaban untuk Golden State Warriors dalam seri ini.

Karangan bukan hanya tren subjektif. Green bahkan hanya mencetak 6 poin di kedua game (Game 3 dan Game 4 di Final Wilayah Barat vs OKC). Dia terlihat sangat sulit untuk mengatasi jajaran Big Man Thunder seperti Serge Ibaka, Steven Adams dan Kevin Durant. Soal ukuran, hijau tidak mendapat masalah signifikan. Tapi hijau terlihat kalah dalam hal kecepatan. Jajaran Big Man Thunder mengambil keuntungan dari manfaat ini untuk menangani langkah-langkah ofensif Green, baik dengan mengambil game mail atau andalan dan pop and shoot.

Namun Steve Kerr tidak percaya pada Power Forward Michigan. Kevin Love, Chaining Frye dan LeBron James tidak bisa menghentikan keahlian Green dalam serangan hari ini. Meskipun Green hanya pemain dengan pilihan pengundian yang ditentukan di babak kedua dari tempat kelima di 2012. Jauh dari nama besar seperti Anthony Davis di pick pertama atau Damian Lilliard di tempat keenam di draw babak pertama. Namun nama-nama besar itu tidak masuk dan tidak bertahan di babak play-off. Lilliard tidak bisa bicara banyak kepada Portland Trail Blazers setelah menghadapi pertandingan play-off pertama melawan Warriors dengan skor akhir 4-1.

Antohony Davis, bahkan hanya mampu menyelesaikan dengan Pelikan New Orleans di urutan 12 wilayah barat dengan statistik menang-kalah 30-52. “Dia (hijau) menjadi sabuk pengaman kami ketika dia dalam posisi depresi. Sejauh ini dia dalam performa terbaik yang bisa dia berikan kepada orang yang lewat dan juga bisa menjadi penembak yang baik, “kata Kerr. Apa cerita lain yang disajikan di Quicken Loans Arena, Rabu 8 Juni di Amerika Serikat dan Kamis 9 Juni di Indonesia? Bisakah gua bertahan hidup? Atau akankah Warriors menang lagi? Untuk memastikan bahwa LeBron dkk. Tidak hanya fokus pada Splash Brother, Curry dan Thompson, tetapi belajar dari dua game ini, semua pemain Warriors harus sadar!

Leave a Reply

Close Menu